Loading...

Jumat, 18 November 2016

Praakk! Kepala Asiong Remuk Dihantam Besi, Mayatnya Digonikan, Lalu Dibuang ke Sungai

author photo
Para pelaku dan barang bukti saat dipaparkan kepada wartawan. (medansatu.com/mira)

 Medan – Ingat penemuan mayat dalam goni yang dibuang ke jembatan Payah Kambing, Desa Ampolu, Kecamatan Sosa, Padang Lawas (Palas), Sumut, pada 16 Oktober 2016 lalu?
Nah, tiga pelakunya telah ditangkap Polda Sumut. Korban ternyata toke botot (barang bekas)  warga Malaysia bernama Hendrik alias Asiong (38). Ia dibunuh dua pekerjanya, karena sering mengumpat dan memaki. Kedua pelaku dipaparkan Polda Sumut kepada wartawan, Kamis (17/11/2016).
Dua pelakunya adalah Amsarudin Siregar alias Regar (45), warga Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau; Usman Hakim Nasution alias Usman (50), warga Jalan Mahang Raya, Blok B1, RT 004/RW 007, Kelurahan Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Riau; dan Yodi Putra, warga Sibuhuan, Palas.

Asiong dibunuh oleh kedua pelaku di gudang penampungan botot, Jalan Siak/Leton II, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Kanit II/Bunuh Culik (Buncil) Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, menjelaskan pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut.
Menurut Kombes Nurfallah, awalnya ditemukan sesosok mayat pada Minggu (16/10/2016) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB di bawah Jembatan Payah Kambing, Kecamatan Sosa, Palas.

“Tim kita kemudian melakukan penyelidikan, dan pada 11 November 2016, pukul 03.00 WIB, salah seorang tersangka, Amsarudin Siregar, kita tangkap di rumahnya,” terangnya.
Dari keterangan tersangka, kemudian didapati 3 nama lainnya. Dua di antaranya, Usman dan Yodi Putra (penadah barang-barang milik korban) juga berhasil kita tangkap. Satu lagi, yang merupakan eksekutor Erwinsyah alias Erwin masih dalam pengejaran.
Dari pengakuan tersangka (otak pelaku) Amsarudin Siregar, pembunuhan itu bermotif dendam. Karena korban sering memarahi dan bahkan memaki. “Korban juga sering menjelek-jelekan orangtua korban,” katanya.

Karena dendam, pelaku kemudian berniat untuk menghabisi nyawa korban. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengajak tersangka Usman, Yudi Putra dan Erwin untuk melakukan pembunuhan terhadap korban pada 8 Oktober 2016 lalu. Namun rencana itu gagal.
Lalu, Amsarudin Cs kembali menyusun strategi. Pada hari Sabtu (15/10/2016) sekira pukul 08.00 WIB, tersangka dan korban berjanji bertemu di Kedai Kopi Toss, Jalan Riau, Pekanbaru.

Saat itu, para tersangka mengelabui korban dengan alasan ada barang-barang bekas di PT Permata Hijau Sawit (PHS) yang akan dijual. Namun dia tidak diperbolehkan masuk ke pabrik tersebut, padahal barang-barang bekas tersebut lumayan banyak.
Mendengar itu, korban pun tertarik. Korban dan para tersangka lalu berangkat ke pabrik yang dituju dengan mengendarai mobil L300 milik korban. Kemudian, salah satu warung di Desa Meranti, Kecamatan Sosa, mobil yang mereka tumpangi berhenti untuk istirahat. Lalu keesokan harinya, pukul 02.00 WIB, perjalanan pun dilanjutkan.

Saat akan melanjutkan perjalanan, tersangka Usman berpura-pura mengatakan ban mobil sebelah kiri yang mereka tumpangi kempes. Usman pun meminta dongkrak kepada korban tersangka lainnya.
Usman kemudian menngambil aspak (sebatang besi) untuk memukul korban. Setelah mendapatkan alat itu, Erwin yang melihat korban tengah menunduk saat memperhatikan tersangka Usman memperbaiki ban mobil, langsung memukulkan alat yang dipegangnya itu ke bagian belakang kepala korban dan langsung tersungkur, tewas di lokasi kejadian.
Setelah korbannya tak bernyawa, ketiga tersangka memasukkan mayat korban ke karung goni yang ada di mobil tersebut. Selanjutnya, mayat korban dibuang di bawah Jembatan Payah Kambing, Kecamatan Sosa.


Usai membuang jasad korban, ketiga tersangka melanjutkan perjalanan ke Sibuhuan, Palas, untuk menemui Yodi Putra. Kepada Yodi Putra mobil L300 milik korban dijual, pada tanggal 20 Oktober 2016.
Sementara Yodi Putra, ditangkap petugas 2 hari setelah Amsarudin Siregar ditangkap petugas, pada 13 Oktober 2016 di kediamannya di Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).
Sedangkan tersangka Usman Hakim ditangkap petugas pada 14 November 2016 lalu, pukul 14.30 WIB di Bandar Udara (Bandara) Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.

Selain mengamankan para tersangka, petugas juga turut menyita sejumlah barang bukti, yakni 2 unit HP merek Nokia, 1 unit HP merek Samsung, 1 batang aspak besi, 4 karung goni, baju kemeja lengan pendek warna abu-abu, baju kaos warna biru dan uang Rp 900 ribu.
“Ketiga tersangka, selain melakukan tindak pidana di wilayah hukum (wilkum) Polsek Sosa, juga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seseorang. Tersangka dikenakan pasal berlapis, Pasal 340 subsidair Pasal 338 subsidair 365 ayat (4) Jo 55, 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup,” tegasnya.

Tersangka Amsarudin Siregar kepada wartawan mengaku sebagai otak pembunuhan tersebut. “Kami baru 4 bulan kerja sama dia (korban), tapi kasar kali cakapnya. Suka dimaki-makinya saya. Orangtua saya dijelek-jelekannya. Siapa coba yang tak sakit hati kalau digitukan,” akunya. (mira)

@Medansatu.com
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...