Loading...

Rabu, 14 Desember 2016

Aku Menikah dengan Bosku, Semua Orang Iri, Tapi Aku Gak Bisa Tidur Hanya Karena…

author photo
Hmmm.. ya karna kamu maunya begitu, jadilah sesuai dengan apa yang kamu mau...
Aku menikah dengan bosku yang berumur 49 tahun. Aku gak keberatan dengan masalah umur yang beda 20 tahun. Aku juga akui aku matre karna aku sudah dihadiahkan dengan barang – barang mahal, segala sesuatu yang dari kulit.
Mungkin semua orang berpikir, cowok 49 tahun gak kuat di ranjang, siapa bilang!? Suamiku seorang cowok yang jaga badan, berotot, tinggi gagah gitu, jadi soal ranjang dia lebih hebat dari mantan – mantan aku sebelumnya…
Gimana ceritanya aku bisa ketemu si dia?
Saat tahun kedua kehidupan kuliahku, aku tinggal bersama Ami. Ami yang kuliah di bidang bahasa luar, memiliki karakter yang lebih terbuka, jadi kenalan Ami jadinya banyak, bahkan level bos – bos besar.
Suamiku yang sekarang, aku kenal dia karna Ami kenalkan pekerjaan ini ke aku. Ami mengenalkan pekerjaan translate dokumen – dokumen dan bos melihat aku bekerja dengan efektif sehingga dia memberiku gaji yang cukup tinggi.

Bos selalu melihat aku suka lembur demi mengerjakan projek sesempurna mungkin. Karna itu dia sering temani aku lembur dan traktir aku makan.
Awal – awalnya, pembicaraan kita hanya sekedar pekerjaan, tapi lama kelamaan, kita jadinya membahas tentang hal – hal yang berbau dengan "ranjang".
Bosku ganteng, perkasa, aku jadi jatuh hati sama dia! Pastinya dia bisa memenuhi hasrat materialku. Meskipun orangtuaku gak setuju, tapi aku tetap bersikeras untuk menikah dengannya!
Setelah menikah, aku baru tahu, dia sebelumnya sudah bercerai 3 kali dan aku adalah istri ke-4. Anak perempuannya pun seusia aku sekarang!

Awalnya kami sangat bahagia! Aku suka dengan kepribadiannya, sampai satu hari ketika ktia mau berhubungan suami istri. Dia membawa ke kamar kosong yang aneh, banyak alat – alat aneh dan aku diikat dan digantung dengan kursi. Aku dipukul dengan tali pinggang seakan – akan kepuasan seksualnya dipuaskan dengan tindakan keras tersebut. Aku tersiksa! Bahkan ketika selesai, dia bilang, aku tidak memaksamu melakukannya, tapi dengan wajah yang kecewa. Tentu aku tahu apa maksudnya!
Sekarang dia sering gak pulang, alasannya lembur, lembur, dan lembur. Pulang ke rumah pasti dia tidak akan membahas masalah ranjang. Aku sering tidur di ranjang besar, guling ke sana guling ke sini, dan tidak bisa tidur kalau dia tidak pulang, karna aku terus berpikir apakah dia cari selingkuhan!

Apakah kalau aku menemani fantasi seksualnya, mungkinkah dia akan lebih mencintaiku? Tapi bagaimana aku bisa mengiyakan sesuatu yang aneh begitu.

@Cerpen.co.id
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...