Loading...

Sabtu, 28 Januari 2017

Ada Suara Ah..Oh..Ah..Oh...di Balik Tirai, Ternyata...

author photo
PROKAL.CO, PONTIANAK- Panti pijat plus-plus masih menjamur di Kota Pontianak. Keberadaan panti pijat ini legal di mata pemerintah, namun disalahgunakan hingga menjadi sarang prostitusi.  Bisnis esek-esek berkedok panti pijat ini terbongkar setelah jajaran Dit Sabhara Polda Kalbar melakukan razia, Senin (23/1) siang. Razia dipimpin Wadir Sabhara AKBP H.V Sihombing itu mendatangi tiga tempat pijat/terapis dan satu hotel yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

Polisi merazia Kebugaran Anggrek di Jalan Veteran tak jauh dari Gedung Korpri, Pontianak Selatan. Kebugaran di Jalan Paris II, Pontianak Tenggara dan Kebugaran Bunga Ayu Jalan KH Ahmad Dahlan serta Hotel Flamboyan di Jalan Pahlawan, Pontianak Selatan.
Seperti biasa, pasukan Sabhara melakukan razia menggunakan mobil operasionalnya menuju target operasi. Di lokasi, AKBP H.V Sihombing langsung menunjukkan rusat tugas kepada para pengelola panti pijat maupun hotel. Satu persatu kamar digeledah. Hanya dua tempat pijat yang ditemukan aktivitas protitusi. Sedangkan lokasi lainnya tidak ditemukan pelanggaran asusila.

Sementara di Hotel Flamboyan, polisi mengamankan sepuluh pasangan dari lima kamar. Semuanya diangkut dan dimasukkan ke mobil Dalmas dan digelandang ke Markas Komando (Mako) Dit Shabara di Jalan Zainuddin, Pontianak Kota.
 “Totalnya ada tujuh pasang. Dua pasang di dua tempat pijat. Lima pasang di hotel. Semuanya kita duga melakukan prostitusi dan ini terselubung, karena dilakukan dibalik operasional yang memiliki izin,” tegas AKBP Sihombing ditemui Rakyat Kalbar di ruang kerjanya, kemarin.
Dijelaskannya, saat digeledah, pasangan tersebut berada di kamar dan berduaan. Bahkan hanya menggunakan pakaian dalam saja. “Selain itu, kita juga menemukan bukti berupa alat kontrasepsi (kondom),” bebernya.
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...