Loading...

Sabtu, 28 Januari 2017

Hukum Aneh, Wanita Lebanon Boleh Diperkosa Asal Dinikahi

author photo
Image result for hukuman aneh wanita lebanon boleh dipekosaBEIRUT, (PR).- Hukum tentang perkosaan di Lebanon, diprotes sejumlah aktivis wanita di sana, karena dalam hukum yang baru-baru ini disahkan, sang pemerkosa akan terbebas dari hukuman apabila menikahi si korban.
Dikutip Aljazeera, meski belum diketahui berapa orang yang sudah terdampak dari hukum aneh ini, namun tetap saja hukum ini menjadi pertanyaan besar, bagaimana jika si pemerkosa adalah tetangga korban atau sepupu korban yang justru tidak disukai korban untuk dinikahi.

"Korban akan mendapatkan tekanan dari orang-orang sekitarnya untuk menikah dengan pemerkosanya," kata Roula Masri salah seorang ketua dari ABAAD yaitu sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mengurus hak kaum wanita.
Menurut Masri mereka para korban ini akan mendapatkan trauma psikologi, bahkan banyak korban yang terpaksa menjalani terapi untuk menghilangkan trauma tersebut.
"Bahkan banyak dari korban yang menganggap seks adalah sesuatu yang sangat menjijikan, namun dengan sangat terpaksa justru keluarga korban malah memaksa korban untuk menikahi pemerkosanya, hal itu semata-mata untuk untuk menyelamatkan harga diri keluarganya," ujar Masri Kamis 4 Januari 2017.

Diketahui hukum bagi pemerkosa di Lebanon adalah 5 tahun penjara, namun terkadang hukumannya bisa lebih berat yaitu 7 tahun penjara, dan dalam hukum di negara yang penuh wanita cantik ini, mengklasifikasikan pemerkosaan sebagai kejahatan terhadap kaum wanita.
"Tetapi meski disebut kejahatan, tapi pelaku pemerkosaan tidak dianggap sebagai kriminal, bahkan hukum tak memperdulikan trauma psikologi, ataupun kerusakan jangka panjang organ vital wanita yang diperkosanya," ujarnya.

Bulan lalu parlemen di Lebanon justru merekomendasikan sebuah undang-undang, yang didalamnya berisi penundaan penjatuhan hukuman bagi mereka yang telah melakukan pemerkosaan dan penculikan yang dibarengi juga dengan pemerkosaan, jadi si pelaku belum dulu mendapatkan hukuman sambil menunggu apabila si korban mau menikah dengan pelaku.
Untuk diketahui juga, dalam seminggu minimal sebanyak 4 orang wanita jadi korban perkosaan, tetapi menurut Masri, banyak perkosaan ini tidak dilaporkan dengan berbagai alasan, di antaranya adalah kurangnya kepercayaan terhadap pihak kepolisian setempat.
"Sungguh aneh hukum tersebut, jadi seolah-olah hukum disini melindungi para pemerkosa, bahkan dengan hukum ini seolah-olah juga memberi keberanian orang-orang untuk memperkosa, dan mereka yang memperkosa ini tahu korban tak akan melapor, karena takut akan hukum aneh ini, atau korban takut menikahi si pemerkosa," ujarnya.

Ditambahkan Rothna Begum seorang aktivis hak asasi wanita untuk Timur Tengah dan Afrika, menyatakan dengan hukum ini, menjadikan si pemerkosa kebal hukum.
"Praktisi hukum di Lebanon menganggap justru dengan pelaku menikahi korban, maka korban akan terselamatkan harga dirinya dan masa depannya, karena mungkin mereka korban pemerkosaan ini tidak akan bisa menikah akibat semua orang tahu bahwa dia korban perkosaan, bahkan dengan perkosaan adalah cara terbaik untuk menikahi orang yang dicintai oleh pelaku perkosaaan," ujarnya.

Dengan demikian jika hukum ini diterapkan, kebebasan wanita akan hilang, sehingga banyak wanita tak bisa menikahi orang yang dicintainya, justru mereka menikah dengan para pemerkosanya.***
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...