Loading...

Rabu, 01 Februari 2017

Kisah Menyayat Hati Para Penghuni Panti Jompo Yang Harus Makan Kecoa

author photo
000-pnt-jmpPanti Jompo dan Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa yang terletak di Jl. Cendrawasih, Gang Nuri, Pekanbaru, berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Para warga yang telah lanjut usia ditempatkan di kamar-kamar yang kumuh. Bahkan ada seorang penghuni panti jompo yang diasingkan di kamar berteralis besi. Makanan yang diberikan juga dinilai jauh dari layak, demikian seperti dilansir dari Kompas.
“Bahkan satu orang lansia dibiarkan makan kecoa. Kondisi mereka begitu memprihatinkan,” terang Esther Yuliani yang merupakan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, pada Minggu (29/01/2017).

Yang lebih memprihatinkan lagi, diketahui bahwa satu pengasuh di yayasan panti tersebut ternyata juga berada dalam keadaan stress.
“Jadi bagaimana mungkin dia [pengasuh] bisa merawat penghuni panti jompo jika dia sendiri dalam kondisi stress,” ungkap Esther.
000-yysn
Oleh karena keadaan tersebut, tim Dinas Sosial Riau beserta Polresta Pekanbaru mengevakuasi sebanyak 13 perempuan lansia dari panti jompo tersebut. Untuk sementara waktu, semua penghuni panti kemudian ditampung terlebih dahulu di Rumah Sakit Jiwa Tampan, Pekanbaru.
Selama ini diketahui penghuni panti yayasan tersebut bukan hanya orang lanjut usia, melainkan juga anak-anak, balita dan orang sakit jiwa.
Ada pun siang tadi tim dari Dinsos Riau beserta Polresta Pekanbaru dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kembali menyisir panti asuhan yang masih berada di bawah pengelolaan yayasan Tunas Bangsa di Kilometer 18-19 Kecamatan Tanayan Raya. Lokasi tersebut memang berada di tempat yang cukup terpencil.

Sementara itu, bangunan Panti Asuhan Tunas Bangsa yang lokasinya terletak di Tenayan Raya, Pekanbaru, sudah dipasangi garis polisi oleh aparat Polresta Pekanbaru, sejak Jumat (27/01/2016) malam.
Penyegelan ini merupakan tindak lanjut terhadap laporan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau mengenai dugaan kematian tak wajar terhadap seorang balita usia 18 bulan bernama Muhammad Ziqli di panti tersebut. Panti Asuhan beserta Panti Jompo Yayasan Tunas Bangsa ini ditutup lantaran secara keseluruhan dinilai tidak layak.
Sampai saat berita ini diangkat, pihak kepolisian telah membawa suami dan anak dari pemilik panti asuhan ke Mapolresta Pekanbaru untuk dimintai keterangan. Anehnya, pemilik panti asuhan beserta kesepuluh anak-anak panti asuhan, hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Bagus yang adalah Ketua RT 04 Tenayan Raya, mengatakan bahwa 2008 silam pernah ada kejadian. Di panti jompo Yayasan Tunas Bangsa di km 18 Tenayan Raya tersebut pernah ditemukan tulang belulang dan tengkorak.
“Ya pernah pada tahun 2008 silam. Kalau [waktu] itu ada warga yang melapor kehilangan anaknya. Secara tidak sengaja ditemukan tulang belulang dan tengkorak,” cerita Bagus.
“Namun saat itu kami tidak memastikan apakah tengkorak manusia. Sebab tidak dilanjutkan penyelidikannya,” terang Bagus yang juga merupakan anggota Bhabimkamtibmas.

@http://postshare.co.id
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...