Loading...

Jumat, 03 Februari 2017

Saat Seorang Pria Mengatakan "Ini" Pada Wanita yang Sedang Melucuti Celananya, Ia Adalah Pria Sejati!

author photo
Mereka telah saling mengenal selama 10 tahun, dari awal perkenalan hingga masuk ke pelaminan. Waktu 10 tahun bukanlah waktu yang panjang, tapi juga bukan suatu waktu yang singkat, waktu berlalu hari demi hari, wajah cantik sang istri makin memudar, dan tubuh sang suami pun makin menggemuk.
Mereka yang awalnya tidak punya apa-apa, berusaha hingga kini punya mobil, punya rumah tingkat sebesar lebih dari 200 meter persegi, semuanya terlihat sangat sempurna. Punya rumah yang bagus, putra yang pintar, usahanya sukses, masih kurang apalagi coba?

Sang istri adalah seorang wanita yang lembut, bisa dibilang bahwa ia cukup menarik untuk diajak ke pesta yang besar, tapi juga seorang istri yang pintar memasak. Dulu ia punya sebuah pekerjaan yang stabil dengan gaji yang lumayan, tapi demi usaha suaminya dan anak, ia memutuskan untuk melepaskan karirnya dan menjadi seorang ibu rumah tangga.
Sang suami terbilang sebagai seorang pria tampan yang sukses. Sejak pertama kali ia melihat wanita idamannya ini, ia sudah memutuskan untuk harus menikahinya. Dan mimpi menjadi kenyataan, gadis cantik itu menjadi istrinya, melahirkan anak untuknya, dan menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik baginya. Demi membahagiakan istri dan anak, ia pun berusaha membuktikan kemampuannya sendiri, ia keluar dari pekerjaannya, dan berhasil mendirikan perusahaannya sendiri, ia paham suatu hal, yaitu keberhasilannya ini berhubungan erat dengan dukungan istrinya.
Ia tahu bahwa ia berhutang sangat banyak teradap istrinya, ia terlihat senang di tengah kesibukkannya bersosialisasi dengan orang lain, minum alkohol, tapi kenyataannya ia tidak suka dengan kegiatan ini, tapi apa daya, ia tetap harus bersosialisasi dengan para kliennya, untuk menjaga relasi mereka demi keuntungan perusahaannya.
Beberapa tahun ini, ia jarang sekali memperhatikan anak dan istrinya, seorang diri bergelut di dunia kerja, dia mengira cara membahagiakan mereka adalah dengan memberi kebutuhan yang lebih pada istri dan anaknya. Ia jarang makan malam di rumah bersama keluarga, padahal dulunya ia paling suka dengan masakan istrinya…
Telah beberapa kali ia pulang rumah dalam keadaan mabuk, sebadan berbau alkohol yang menyengat, ia tahu bahwa istrinya yang semalam menanti kepulangannya itu adalah wanita yang bijak, tidak akan meneleponi dia untuk menyuruhnya segera pulang rumah, istri yang selalu menjaga gengsinya, dan ia sangat berterimakasih atas pengertian istirnya itu.

Seiring dengan semakin seringnya ia pulang larut malam dalam keadaan mabuk, mereka menjadi sering bertengkar. Apalagi pada malam saat ia munta-muntah, kemarahan istrinya sudah tak terbendung lagi. Dan akhir-akhir ini, istrinya merasa sedih, anaknya sudah dewasa, setiap hari pergi keluar dan pulang malam-malam, tidak lagi bergantung padanya, sedangkan suaminya sibuk seharian, begitu malam pulang pun sudah dalam keadaan mabuk…
Istrinya mendengar banyak kisah tentang kehidupan pernikahan teman-temannya, pernikahan yang gagal, ada orang ketiga, dan sebagainya. Hal ini membuatnya mulai khawatir dan berpikir : kalau tiap hari jalan di tepi sungai, bisakah sepatu tetap kering dan tidak basah?
Dari beberapa kali pertengkaran yang semakin hebat, suaminya mulai merasakan ketidakpuasan sang istri.
Suatu pagi, saat sang suami sedang berdiri di depan pintu rumah, bersiap-siap memakai sepatu kerja, ia memanggil istrinya dan berkata : "Akhir minggu ini aku tidak akan pergi bersosialisasi, aku akan pulang rumah dan makan malam bersamamu dan anak kita," katanya sambil memeluknya. Kemudian sang istri sambil sedikit marah, mendorongnya, tapi ia tahu, bahwa sebenarnyahati sang istri sedang berbunga-bunga.
Setelah sang suami berangkat kerja, ia langsung pergi ke pasar dan belanja bahan-bahan menu masakan yang disukai oleh suami dan anaknya tercinta, sambil membayangkan suaminya mala m ini akan menyatap masakan yang disiapkannya dengan sepenuh hati ini, tiba-tiba ia tersenyum senang.

Setelah sampai di rumah, ia mengenakan celemek dan memasak ayam yang baru saja dibelinya itu dengan panci ungunya. Hatinya gembira sekali, sambil bernyanyi sambil membersihkan rumah, mengepel tangga. Saat suami dan anaknya tercinta pulang rumah, mereka mencium aroma ayam yang sangat sedap. Anaknya langsung menuju ke meja makan, dan ia menepuk-nepuk tangannya, sebagai tanda menyuruh anaknya cuci tangan dahulu.
Walaupun ia tidak suka suaminya minum alkohol, tapi malam itu ia tetap menyajikan segelas anggur merah untuknya. Hatinya sangat gembira melihat suami dan anaknya menyantap habis makanan masakannya, tidak kebahagiaan lain di dunia ini selain melihat orang yang kita cintai menyantap lahap masakan kita.
Sponsored Ad
Tiba-tiba HP sang suami berdering, awalnya tidak diangkat, tapi telepon terus berdering, rasanya ia akan menelepon terus hingga diangkat. Kemudian ia melihat istrinya, lalu mengangkat telepon, setelah itu ia meletakkan mangkok dan sumpit sambil berkata : "Ada urusan yang sangat penting, aku harus keluar sana."

Sang istri mengantarnya pergi sampai ke depan pintu rumah, ia dapat melihat betapa sedih, kecewa, dan marah, dari pandangan mata istrinya, kemudian ia memeluknya sambil berkata dengan penuh penyesalan : "Nanti malam jangan menungguku ya."
Ia naik mobil menuju ke hotel yang ditentukan, disana ada seorang klien yang sangat penting, mendadak memutuskan untuk berdiskusi suatu hal penting dengannya. Padahal awalnya ia berencana untuk menemani istri dan anaknya malam ini…
Meja dipenuhi dengan berbagai bir, dalam hatinya ia tahu, bahwa ia akan mabuk sekali malam ini.

Pagi harinya saat ia terbangun, kepalanya masih sangat sakit, ia melihat ke sekelilingnya, ia berada di ranjang rumahnya, sangat tenang sekali saat itu, ia juga tidak melihat istrinya. Di dipan ranjang ada selembar memo yang ditulis oleh istrinya, isinya : "Di meja makan ada pisang dan tablet VC, nanti kamu makanlah 6 lembar."

Ia kebingungan, kemaren malam sangat mabuk, ia sama sekali tidak ingat bagaimana ia sampai di rumah. Ia berjalan ke ruang tamu dan melihat putranya sedang berbaring malas-malasan di sofa sambil membaca buku, ia bertanya apa yang terjadi kemaren malam, mama kemana, apakah ia ada bertengkar dengan istrinya?
Putranya memberitahunya : "Kemaren malam papa diantar oleh sekelompok orang, mabuk sekali sampai tidak sadarkan diri, kemudian muntah-muntah sampai seluruh lantai rumah kotor dan bau, lalu mama membersihkannya sambil ngomel terus keras-keras."
Suami bertanya : "Lalu?"
Anak : "Lalu mama mau membantu papa ganti celana, saat membuka sabuk, papa langsung mendorong mama keras-keras sambil mengucapkan sesuatu, kemudian mama langsung diam.."
Ia langsung khawatir setengah mati mendengarnya, ia sama sekali tidak ingat apa yang dikatakannya pada istrinya, apakah ia marah? Atau kabur?
Kemudian sambil tegang, ia bertanya pada putranya : "Mama kemana? Apa kamu masih ingat apa yang papa katakan saat kudorong mama?"
Jawab putranya : "Saat mama mau melepaskan sabuk, papa mendorong mama keras-keras dan berkata "Minggir! Jangan lepasi celanaku, aku sudah berkeluarga!" Mama langsung nangis dan terdiam, menyuruhku membantumu ganti celana, kami mendorong papa ke ranjang, lalu mama melanjutkan mengepel lantai. Pagi tadi mama bilang akan pergi ke pasar, mau memasak makanan yang lezat untuk kita.

Tiba-tiba matanya berasa nyeri, ia berjalan ke meja makan dan menghabiskan pisang dan tablet VC yang telah disiapkan istrinya. Ia memutuskan untuk sebisanya pulang rumah dan makan malam bersama keluarga, dan mematikan HP saat di rumah.
Tiba-tiba ia berpikir : Keluarga adalah tempat teduh di saat lelah, jangan sampai melupakan benda yang paling berharga ini, hanya karena faktor luar.
Kemudian ia berjalan menuju pintu dan berkata pada putranya : "Yuk! Kita jemput mama!"

Seorang pria, seorang wanita, sebuah rumah, kemudian melahirkan seorang anak, ini semua adalah bagian dari keluarga. Keluarga adalah tempat teduh, hal terpenting di hati. Keluarga adalah sesuatu yang dimana saat hari malam gelap gulita pun, akan menjadi suatu terang yang menyala bagimu. Mengharukan yah sobat Cerpen!

@Cerpen.co.id
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...