Loading...

Sabtu, 25 Maret 2017

Dituduh Penculik Anak, Nenek Diikat di Tiang Listrik, Diguyur Bensin, Lalu…

author photo
(ilustrasi/foto: aripitstop)
MEDANSATU.COM, Simalungun – Berita hoax tentang penculikan anak benar-benar menghantui masyarakat. Paranoid warga bahkan telah membahayakan keselamatan orang lain.Seperti yang terjadi di Huta V, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Dituduh sebagai penculik anak, seorang nenek dimassa dan diikat ke tiang listrik.Warga yang emosi lalu menyiramkan bensin ke tubuh nenek malang itu, dan hendak dibakar hidup-hidup. Untungnya polisi segera tiba di lokasi dan berhasil menenangkan warga dan menyelamatkan nyawa nenek itu.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Jumat (24/3/2017) menyebutkan, nenek yang jadi korban tersebut bernama Sabaniah Boru Damanik (50), warga Huta III, Gang Abdul Sukur, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas.Kejadian berawal saat korban yang menderita gangguan jiwa menginap di rumah keluarganya di Huta V Nagori Karang Sari. Entah mengapa, sekira pukul 04.30 WIB dini hari ia terbangun dan berdiri di rumah warga.Melihat orang asing berkeliaran di gelapnya subuh, warga pun mengira ia pelaku penculikan anak. Warga tambah yakin, saat korban tak memberikan jawaban saat ditanya. Beramai-ramai warga menangkapnya dan mengingatkanya di tiang listrik.

Nenek tua itu dianiaya hingga babak belur, lalu diikat ke tiang listrik. Salah seorang warga yang emosi lalu mengguyur korban dengan bensin. Untungnya pagi buta itu personel Polsek Bangun Aiptu Amril Yousnadi yang mendapatkan laporan warga langsung menuju ke lokasi.Aiptu Amril langsung mengamankan korban dan menenangkan warga. Dia meminta warga agar jangan bertindak gegabah dan main hakim sendiri. Warga pun berhasil ditenangkan dan membubarkan diri. Korban lalu diselamatkan ke Kantor Pangulu (kepala desa, Red). 

Tak lama kemudian, salah seorang keluarganya, Junaidi, warga setempat, datang ke kantor pangulu. Dia mengatakan, korban merupakan keluarganya, dan tinggal bersamanya. Akhirnya korban dibawa pulang.
Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Bangun AKP JR Sinaga melalui Kanit Reskrim Iptu Juni Hendrianto membenarkan kejadian tersebut. (*/msc)
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...