Loading...

Rabu, 22 Maret 2017

Leher Mahasiswi Cantik Ditempel Pisau, Pakaiannya Dipreteli, Lalu… TKP Medan

author photo
Ilustrasi. (medansatu.com/ist)
MEDANSATU.COM, Medan – RP (21), mahasiswi Fakultas Matematika Universitas Sumatera Utara (USU) disekap, mulutnya dilakban, pakaiannya dipreteli, lalu ‘digitukan’ di kamar kosnya, Jalan Abdul Hakim, Pasar I, Padang Bulan, Gang Susuk V, Medan.Informasi yang dihimpun medansatu.com, Senin (20/3/2017) menyebutkan, pelakunya adalah ON alias Ope (21), warga perantauan asal Kabupaten Nias. Meski gagal ‘menggitukan’ korban, namun pelaku sempat memaksa RP untuk memainkan ‘itunya’ hingga puas.Tak cuma mencabuli, pelaku juga mengambil HP dan uang sebesar Rp 150 ribu milik korban. Kasus ini terungkap setelah korban didampingi temannya, Sv, membuat laporan ke Polsek Medan Sunggal.
Dalam laporannya kepada polisi, RP mengatakan, ia baru dua minggu tinggal di kos-kosan tersebut. Awalnya ia dan Sv pergi keluar dari kamar kos, pintu kamar pun mereka kunci. Setelah berjalan-jalan mereka pun pulang dan tidur.

Lalu sekira pukul 03.00 WIB, RP terbangun karena mendengar suara keributan. Ternyata saat itu pelaku sudah berada di kamar mandi. RP pun langsung menjerit. Panik karena dipergoki, pelaku lalu menyekap korban dan melakban mulutnya.Karena korban melakukan perlawanan dan meronta, pelaku lalu menempelkan pisau ke lehernya. “Kau pilih mati atau diam,” ucap korban menirukan ancaman pelaku.
Merasa nyawanya terancam, RP pun hanya bisa pasrah ketika HP miliknya, Samsung J2, dan uang Rp 150 ribu diambil pelaku. Usai menggasak barang dan uang milik korban, pelaku lalu memaksa korban untuk membuka pakaiannya.

Korban pun menolak dan kembali meronta, namun pelaku kembali menempelkan pisaunya ke leher korban. Dengan brutal, pelaku kemudian melucuti pakaian korban. Pelaku lalu menimpanya, namun korban berjuang mati-matian mempertahakan kesuciannya dengan merapatkan pangkal pahanya.
Karena tak berhasil membuka pangkal paha korban, pelaku lalu meminta korban memainkan ‘itunya’. Korban tetap menolak, namun akhirnya ia pasrah karena kembali diancam akan dibunuh. Usai memuaskan hasratnya, pelaku lalu kabur.

Begitu pelaku kabur, korban langsung menghubungi keluarganya dan membuat laporan ke Polsek Medan Sunggal. Petugas langsung berherak cepat, hanya dalam hitungan jam akhirnya pelaku berhasil ditangkap.
Saat dikonfirmasi wartawan, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu M Nur Istiono, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku berhasil ditangkap di salah satu kamar di kos-kosan tersebut.
“Benar, pelaku kita amankan dari persembunyiannya di kos-kosan TKP. Salah satu kamar kos ada yang kosong dan kita berhasil meringkusnya” terangnya.
Iptu M Nur Istiono mengatakan, pelaku telah membuag pisau yang digunakannya untuk mengancam korban ke WC. “Pisau yang digunakannya dibuang ke dalam closed (WC), sementara HP milik korban berhasil kita amankan. Saat ini pelaku sedang kita periksa,” pungkasnya. (acan)
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...