Loading...

Jumat, 12 Mei 2017

Edan! Sambil Bercumbu, Kakak Tonton Adiknya Digagahi 2 Teman SMA-nya…

author photo
Ilustrasi. (medansatu.com/istimewa)
MEDANSATU.COM, Bali – Dada ibu ini, JSL (38), langsung sesak saat memergoki dua putrinya sedang ‘digitukan’ di kamar oleh sejumlah pria yang masih SMA.Dengan mata kepalanya sendiri, JSL melihat putri sulungnya, GB (16), sedang dicumbu teman SMA-nya, Komang KD (1Sementara si bungsu, NDP (12), yang masih duduk di bangku SD digagahi oleh dua orang siswa SMA-teman GB, yakni Komang KD (16) dan LP (18).Peristiwa ini terjadi di salah satu kamar kos Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Jembrana, Bali. Tak terima dengan perbuatan terkutuk itu, ibu warga Kedonganan, Badung, Bali, itu lalu melaporkannya ke Polres Jembrana. 

Seperti dilaporkan jpnn.com, Rabu (10/5/2017), kakak dan adik itu memang tinggal satu kos agar lebih dekat dengan sekolahnya.Dari cerita NDP, sebelum dipergoki ibunya, ia pernah digagahi oleh KD seminggu sebelumnya. KD menyusup ke kamar kos korban sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu KD diantar temannya Kadek GV, yang juga teman GB, kakak korban.“Di dalam kamar itu saat itu hanya korban dengan pelaku berhubungan intim. Sedangkan kakak korban dan teman pelaku menyaksikannya,” terang Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus.

Disebutkan, pelaku menggagahi korban selama dua jam, dan baru keluar dari kamar kos itu sekira pukul 03.00 WITA. Persetubuhan kedua dilakukan oleh pelaku berinisial LP (18), siswa SMA kelas XI asal Kelurahan Banjar Tengah, Negara, tiga hari setelah kejadian pertama.Namun keesokan harinya KD yang ingin kembali menikmati tubuh molek korban, bernasib apes. Saat keduanya sudah membuka baju, ibu korban datang lantaran dengar suara gaduh di kamar anaknya.Dikatakan AKP Yusak, kini kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu ditangani di Unit IV/Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA).

Menurutnya kasus persetubuhan itu dilaporkan oleh ibu korban berinisial JSL (38) asal Kedonganan, Badung. Dari pengembangan baru diketahui dua remaja yang melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.“Kita masih terus meminta keterangan korban. Saat ini kedua remaja (pelaku) sudah diamankan,” pungkasnya.Kedua pelaku terbukti melanggar Pasal 81 UURI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (sumber: jpnn.com)
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...