Loading...

Sabtu, 10 Juni 2017

Tukang Loundry Lulusan SMP Retas 100 Lebih Situs, Termasuk Dewan Pers dan Kejagung

author photo
Tukang Loundry Lulusan SMP Retas 100 Lebih Situs, Termasuk Dewan Pers dan KejagungBANGKAPOS.COM, JAKARTA - Masih ingat dengan Haikal M Aziansyah alias SH, remaja 19 tahun lulusan SMP yang berhasil membobol 4.600 situs, termasuk akun situs tiket.com bernilai Rp 4,1 miliar?
Lebih kurang sama seperti Haikal, pelaku peretas situs Dewan Pers, Kejaksaan Agung RI dan ratusan situs pemerintah, Adi Syafitrah (28) merupakan seorang pegawai laundry atau binatu di hotel.
Ia pun lulusan SMP."Pendidikan terakhir AS adalah SMP. Pekerjaannya, wiraswasta sebagai tukang laundry di hotel," ujar Himawan.Demikian disampaikan Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, dalam jumpa pers pengungkapan kasus peretasan situs Dewan Pers, di kantornya, Tanahabang, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Himawan menerangkan, dari pemeriksaan, pelaku telah melakukan peretasan terhadap 100-an situs atau website dalam dan luar negeri sejak 2013.Keahlian itu didapatnya melalui proses otodidak saat bekerja sebagai karyawan warnet.AS mengaku latar belakang atau motifnya melakukan pembobolan situs-situs karena untuk mencari kepuasan batin atau kegiatan "pelarian" pasca-rumah tangganya hancur atau cerai.
Selain itu, peretasan dilakukannya untuk mencari pengakuan atau eksistensi dari komunitas peretas alias unjuk gigi.Peretasan yang dilakukan berupa mengubah tampilan muka (deface) situs tertentu. Situs tersebut akan tidak bisa diakses jika pelaku melakukan peretasan. 

Ia membantah melakukan perusakan data maupun pencurian data saat melakukan pembobolan terhadap situs tertentu.Dalam setiap beraksi, Adi Syafirah kerap menggunakan nama akun M2404 dan pemulungelektronik@gmail.com.AS mengaku, selain situs Dewan Pers dan Kejaksaan Agung RI, ia juga pernah membobol situs Pemerintah Daerah saat terjadi serangan teror bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 November 2016."Saya pernah deface Samarinda waktu kejadian salah satu korban bom di gereja di Samarinda, saya deface untuk menyampaikan pesan duka cita," kata Adi.
"Kalau Samarinda cuma pesan duka cita aja sih. Kalau yang Dewan Pers, saya cuma pengen sampaikan apa yang diributkan selama ini," tambahnya.
loading...

1 komentar:


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...