Loading...

Rabu, 26 Juli 2017

Astaga, Makan Bertiga di Warung Sederhana Bayar Rp 610 Ribu, Padahal Cuma Ini Menunya

author photo
Astaga, Makan Bertiga di Warung Sederhana Bayar Rp 610 Ribu, Padahal Cuma Ini Menunya

BANGKAPOS.COM - Kisah viral seorang netizen beli seafood di sebuah warung sederhana dengan harga 'mahal', menjadi viral di lini media sosial.Pemilik akun facebook Andinn, mengunggah foto nota ketika ia membeli makan bersama 2 temannya.Ia kaget, karena harus membayar Rp 610.000 hanya untuk kelas makan di 'warung'.Rumah makan itu terletak di Jalan Poros Barru-Parepare, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.Andinn mengaku hanya membeli 3 piring nasi, 3 porsi udang, dan 1 porsi cumi-cumi.
Pemilik Rumah Makan (RM) Karya Wajo, Siti Rabiah, membela diri.
Ia mengatakan bahwa udang dan cumi-cumi itu memang jenis yang mahal harganya di pasaran.Nah, netizen pun menuding pemilik rumah makan itu menjebak pembeli karena tak cantumkan daftar harga.Tapi ternyata Rabiah juga punya alasan tersendiri.Dia mengungkapkan tidak mencantumkan daftar harga di warungnya, karena harga lauk pauk jenis seafood tidak menentu alias sering berubah-ubah."Khusus jenis seafood susah pak, karena harganya tidak menentu. Kita ikut sama harga pengambilan di pasar, makanya kita tidak cantumkan itu di daftar harga menu di warung," kata Rabiah.

Tapi untuk menu lainnya, seperti sop saudara, nasi ayam, Rabiah mengaku ada daftar harganya.Menurut Rabiah, mahal atau murahnya menu seafood yang ia jual di warungnya tersebut tergantung harga di pasaran.
"Kalau mahal saya ambilkan, yah saya jual mahal juga, tapi kalau murah pasti saya jual murah juga pak," ujar Rabiah.Ada enam seafood yang dijual Rabiah di warungnya yang harganya tidak dicantumkan dalam daftar menu.Yaitu udang, kepiting, cumi-cumi, ikan cepa', kakap merah dan baronang."Kalau di pasar, harga udang saya beli paling murah Rp 140 ribu dan paling mahal Rp 170 ribu per kilogram, kepiting minimal Rp 60 ribu dan maksimal Rp 75 ribu per kilogram atau Rp 25-Rp 50 ribu per ekor. Jumlah per ekornya dalam satu kilogram tergantung besar atau kecilnya pak," ucap Rabiah.
Sementara untuk harga cumi, Rabiah beli di pasar paling rendah minimal Rp 50 ribu dan paling tinggi Rp 75 per kilogram.

Ikan cepa' Rp 25 - Rp 50 ribu per ekor, Kakap merah Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu, Baronang Rp 25 - Rp 50 ribu per ekor."Kalau di warung, saya jual harganya di atasnya sedikit, seperti ikan cepa saya jual Rp 30 sampai Rp 50 ribu satu ekor, semua kita jual juga tergantung besar kecilnya itu ikan," ujarnya.
Rabiah menambahkan, tidak tercantumnya daftar harga seafood di warungnya tersebut sebenarnya sudah lama namun baru kali ini dipersoalkan.
"Kalau memang kami disuruh sama pemerintah pasti saya siap dan bersedia membuat ulang daftar harga menu di warung saya, dengan cara mencantumkan harga minimal dan maksimal khusus untuk harga menu seafood," ujarnya.

Netizen protes
Sebelumnya, protes seorang netizen diawali saat makan di warung dan viral di internet.Andinn mengeluh setelah makan di sebuah rumah makan di Parepare, Sulawesi Selatan.Ia merasa, makan di rumah makan yang menurutnya biasa, tapi dikenai harga standar restoran mewah.
Ini keluhannya yang diposting di Facebook:

Di Share yaaa
Harga makanan Warung sederhana mengalahkan  harga restaurant
Kami cuma makan bertiga dirumah makan tersebut, 
3 sop sama nasi 60.000 (sopnya dengan 2 potong daging)
1 porsi cumi isinya cuma 4 potong 100.000
3 porsi udang ukuran jari jempol perporsinya 150.000 x 3 = 450.000 ( ISI 1 PORSI 10 EKOR)
Jadi total kami bayar Rp 610.000 -
Lokasi tempat KAB. BARRU ( dari arah pangkep lewati kota barru, sebelah kanan)
RUMAH MAKAN KARYA WAJO
JANGAN SAMPAI KORBAN KARENA SY MERASA KORBAN!
Postingan ini dibagikan 5.000 netizen, dan mendapat reaksi like lebih dari 6.000 netizen.
Tapi, postingan Andinn ini dinilai pemilik rumah makan sebagai tuduhan yang merugikan pihaknya.
Sitti Rabiah, pemilik warung Rumah Makan (RM) Karya Wajo mengaku sangat kecewa dengan postingan ini.
Dia kecewa lantaran pelanggan yang tidak diketahui identitasnya itu komplain melalui media sosial Facebook bukan secara langsung.
"Kami kecewa pak, karena itu merugikan kita punya warung dan bisa menghilangkan kepercayaan kita kepada masyarakat," kata Rabiah.

"Yang jadi masalah juga kenapa dia komplain baru dia sebar di sosmed, kalau memang dia punya niat baik, kenapa tidak tanya langsung ke kita sebagai pemilik warung, biar bisa kita jelaskan langsung," ujar Rabiah dengan nada kesal.
Ibu asal Kabupaten Wajo itu juga membantah, bahwa udang yang dijualnya dengan harga Rp 150 ribu per porsi hanya berukuran kecil atau seukuran jempol tangan, seperti yang dikatakan pemilik akun FB Andinn.

"Kalau soal harga memang betul yang dia bilang pak, tapi kalau masalah ukuran udang yang katanya hanya seperti ukuran jempol tangan itu salah besar, karena udang yang kita jual di sini besar pak dan mahal memang, namanya udang Sitto atau udang hitam," ujar Rabiah sambil memperlihatkan udangnya.
"Selain udang, cumi yang kita jual, besar juga ukurannya pak, dan harga yang kita tawarkan semua disesuaikan dengan di pasar," tambahnya.
Menurut Rabiah, udang Sitto atau udang hitam maupun cumi yang dia jual sudah sangat sesuai dengan harga yang ada di pasaran.

Di pasar, harga udang hitam (udang Sitto) sebesar Rp 150 ribu per kilogram, (berisi 12-13 udang dalam satu kilogram).
Untuk harga cumi yaitu Rp 70 ribu per kilogram, yang hanya berjumlah satu hingga dua cumi dalam per kilogramnya, tergantung ukuran cumi tersebut.
"Sementara per porsi udangnya yang kita jual di sini isinya sepuluh pak, kalau cumi empat potong dalam satu porsi. Jadi jujur pak, tidak banyakji keuntungan kita dapat dari sini, harganya mi memang," ucapnya.
Rabiah menambahkan, warga yang sebelumnya singgah makan di warungnya itu sebanyak tiga orang dan semuanya laki-laki, namun aduan yang muncul di FB seorang wanita.
"Saya harap tidak ada lagi warga yang menyebar informasi salah, menjelek jelekkan nama baik, apalagi sampai merusak kepercayaan, cukup ini pertama dan terakhir kalinya," ujar Rabiah. (*)
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...