Loading...

Rabu, 05 Juli 2017

Bersimbah Darah, Gadis Itu Berlari ke Rumah Tetangga di Kegelapan Malam…

author photo
Emmya Beru Gurusinga di RSUPH Adam Malik Medan. (foto: Humas Polda Sumut)
MEDANSATU.COM, Medan – Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting menjelaskan terungkapnya pembunuhan sadis di Pancurbatu yang terjadi pada Kamis (29/6/2017).
Pelaku berinsial DG alias B (38) tega membantai korban, Rasmi Rasita br Ginting (36), yang sedang hamil 7 bulan hingga tewas. Lalu, membantai kedua anak kandung korban, Emmya Beru Gurusinga (16) dan Wiranata Gurusinga (7), hingga kritis.
Kondisi Wiranata Gurusinga di RSUPH Adam Malik Medan. (foto: Humas Polda Sumut)
Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada dini hari pukul 01.30 WIB di rumah mereka yang berdinding tepas dan berlantai tanah serta beratap rumbia di Jalan Karya, Dusun 3, Gang Muslimin, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu.
Disebutkan, korban tewas di tempat diduga akibat tusukan benda tajam di sekujur tubuh. “Korban sedang hamil tua kira-kira 7 bulan,” ungkapnya.
Jasad Rasmi Beru Ginting saat dievakuasi polisi. (foto: Humas Polda Sumut)
Rina mengatakan, kedua anak korban Emmya Gurusinga (16) dan Wiranata Gurusinga (7), selamat. Sang kakak yang masih berstatus pelajar mengalami luka sayat di dada sebelah kiri, lengan kiri, dan betis kiri.

Emmya Beru Gurusinga di RSUPH Adam Malik Medan. (foto: Humas Polda Sumut)
Sedangkan sang adik, juga mengalami luka sayat di paha kanan dan kiri. “Sekarang keduanya sedang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Adam Malik Medan,” imbuhnya.
Mantan Kapolres Binjai ini menerangkan, peristiwa berdarah itu diketahui warga setelah Emmya Gurusinga pada pukul 02.00 WIB, berhasil keluar rumah dan berlari sambil berteriak meminta tolong, menuju rumah tetangganya Jendalit Karosekali.

Mendengar teriakan itu, Jendalit pun terbangun. Dan alangkah kagetnya dia ketika melihat korban sudah berlumuran darah sambil menangis. Jendalit semakin terkejut ketika korban menceritakan, kalau ibunya telah dibunuh DG.
Jendalit kemudian membangunkan para tetangga lainnya. Selanjutnya, mereka menuju rumah korban. Di sana, mereka menemukan korban Rasmi telah tewas bersimbah darah di lantai rumahnya.
Begitu juga dengan anak korban Wiranata Gurusinga yang terlihat tak berdaya karena mengalami luka-luka. Sementara DG sudah tak berada di lokasi. Diduga pelaku sudah kabur, sebelum warga datang ke lokasi.
Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pancurbatu. Tak berapa lama, sejumlah personel polisi dari Polsek Pancurbatu tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban dan kedua anaknya yang kritis dievakuasi ke RSUPH Adam Malik Medan. (mira)

loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...