Loading...

Kamis, 13 Juli 2017

Meski Berisiko Kena Penyakit Mematikan, Daging Binatang Ini Dijual di Warung Selama 30 Tahun

author photo
Meski Berisiko Kena Penyakit Mematikan, Daging Binatang Ini Dijual di Warung Selama 30 TahunBANGKAPOS.COM - Perdagangan daging anjing menjadi isu kontroversial terutama di negara-negara seperti China, Filipina, dan Vietnam.Namun sedikit yang kita tahu bahwa aktivitas keji ini telah berlangsung tanpa diketahui masyarakat.Apalagi kegiatan tersebut berlangsun selama bertahun-tahun.Baru-baru ini, seorang pria ditangkap di Sibu, Sarawak, Malaysia karena diduga menjual daging anjing.Warung makan miliknya di sepanjang Jalan Rambutan, menurut The Star, menjadi lokasi daging anjing tersebut dijual.
Penyergapan pada sore hari oleh polisi, dewan Kota Sibu dan Departemen Veteriner Negara Bagian menemukan fakta tersebut.Dalam penggerebekan tersebut, dua potong daging anjing beku ditemukan di kulkas.Ada juga daging babi hutan dan daging babi dan potongan ikan.Daging anjing itu sudah dikuliti dan dibersihkan.
Warung yang menjual daging anjing.
Warung yang menjual daging anjing. (The Star)
Pria berusia 54 tahun itu mengaku melakukan kejahatannya.Dia merasa bersalah menjalankan warung makan yang dia gunakan sebagai rumah jagal.Sebenarnya, dia telah melakukan ini selama lebih dari 30 tahun.Pelanggannya adalah yang terbiasa menikmati makanannya.Banyak yang bertanya-tanya kapan dia mulai menjual daging anjing.Lalu dari mana anjing ini didapatkan?Daging anjing beku itu disita dan saat ini sedang diperiksa di laboratorium.Penggereban itu dilakukan oleh pihak berwenang setelah terjadi wabah rabies di Serian.Menurut One Green Planet, konsumsi daging anjing sangat berkontribusi terhadap penyebaran rabies.
Terutama selama proses pengadaan, pembantaian dan penjualan daging anjing.Virus rabies sangat mematikan dan fatal begitu gejala mulai muncul.Menurut NY Times, gejalanya meliputi air liur, kehilangan fungsi otot, mati rasa, kesemutan, gelisah dan demam ringan.Jadi, jika Anda bekerja di area berisiko tinggi, Anda mungkin perlu divaksinasi. 

Festival
Sebuah festival daging anjing yang terkenal dan juga kontroversial di China, kembali digelar, Rabu (21/6/2017) lalu di Kota Yulin, Provinsi Guangxi, China.Para tukang jagal terlihat beraksi menyingkirkan taring anjing-anjing itu, dan mengambil dagingnya untuk dimasak.Festival ini kembali berlangsung, meski sempat muncul kontroversi.Ada kabar pelarangan setelah pelaksanaan festival serupa tahun lalu.
Para pedagang menyiapkan daging anjing di Pasar Nanqiao di Kota Yulin, Provinsi Guangxi, China Selatan, Rabu (21/6/2017).
Para pedagang menyiapkan daging anjing di Pasar Nanqiao di Kota Yulin, Provinsi Guangxi, China Selatan, Rabu (21/6/2017). (AFP/BECKY DAVIS)
Seperti diberitakan AFP, awalnya tersiar kabar pihak berwenang akan melarang daging anjing dalam acara musim panas tahunan di kota itu.Kelompok pembela hak hewan mengatakan, telah tercapai kesepakatan antara para vendor dengan otoritas setempat.
Disebutkan, kompromi yang disepakati adalah setiap kios hanya menyediakan dua ekor anjing.Kendati ada kesepakatan itu, namun di lokasi festival terlihat banyak bangkai anjing bertumpuk di tiap-tiap lapak yang ikut dalam festival itu.Kelompok pembela kesejahteraan hewan setempat juga menyebutkan, angka penjualan daging anjing dalam festival kali ini terlihat menurun dari tahun-tahun sebelumnya.Tak hanya daging, dalam festival ini juga dijual produk lain.Ada lidah sapi, dan juga daging babi. Tapi, mereka juga menjual bagian anjing lain, termasuk hati. Pasar ini juga menjual komoditas unggas, ikan, dan sayur-sayuran, termasuk buah leci.Berlangsungnya acara ini mendapat mengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Mereka berjaga di seluruh persimpangan yang berada di dekat lokasi acara. 
Seorang pemilik restoran bermarga Yang mengatakan, dia menjual sup nasi di pagi hari.
Pada siang hari para pelanggan bisa memesan daging anjing.

 "Bisnis selama festival berlangsung mendatangkan keuntungan sekitar sembilan kali lipat. Tapi jangan khawatir, kami selalu berhasil memiliki cukup anjing," kata dia.
Yang menambahkan, dia berencana menjual enam ekor anjing setiap hari selama festival berlangsung.

loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...