Loading...

Rabu, 04 Oktober 2017

Ada Calo Nikah Siri,Tarifnya Rp 2,5 Juta tapi Bisa Nego Waduhhh

author photo
Ilustrasi Gadis Desa
BANGKAPOS.COM, SURABAYA – Selain banyaknya penghulu yang melayani nikah siri, di Surabaya juga ada calo atau perantara nikah siri.
Melalui perantara ini, calon mempelai bisa konsultasi tentang persyaratan nikah siri serta mempertemukan dengan penghulu yang siap menikahkan mereka secara siri.
Tim Liputan Khusus Harian Surya.co.id berhasil mewawancarai seorang calo nikah siri di Surabaya. Namanya Abdul Aziz.
Pria yang tinggal di Surabaya ini juga mempromosikan jasa layanan nikah siri melalui website.
“Bukan saya yang menikahkan. Bisa dibilang saya ini calo. Kalau ada yang mau nikah siri, saya pertemukan dengan penghulu yang saya kenal,” ujar Abdul Aziz, pekan lalu.
Untuk jasa nikah siri, dia mematok tarif Rp 2,5 juta. Dengan harga itu, mempelai pengantin mendapat layanan tempat menikah siri dan selembar surat keterangan. Tapi, menurutnya, harga itu tidak saklek. Bisa lebih murah dalam kondisi-kondisi tertentu.
“Misalnya ada yang benar-benar membutuhkan, sementara kondisi ekonominya tidak mampu. Atau ada pertimbangan-pertimbangan lain, bisa lebih murah. Saya konsultasikan dengan penghulu dulu,” urainya.

Tak Perlu Izin Istri Pertama
Penyediaan jasa nikah siri di Surabaya memiliki kriteria yang berbeda-beda. Ada yang memudahkan calon pengantin siri, ada juga yang tetap berpegang teguh pada aturan resmi pernikahan.
Penyedia jasa nikah siri dengan persyaratan mudah adalah Ahlan.
Pria yang tinggal di daerah Surabaya utara ini menyediakan saksi untuk pernikahan siri.
Untuk pria yang sudah beristri, dia tak mewajibkan izin dari istri pertama. Yang penting, kata Ahlan, pria itu mampu secara finansial dan mental.
Ahlan paling senang mendapat klien wanita yang berstatus janda. Menurutnya, janda punya kemerdekaan untuk menentukan diri. Jadi, baginya izin dari orang tua hanya bersifat etika. Makanya ia cenderung menghindari gadis atau perawan, karena harus menghadirkan wali dari ayah atau keluarga.
Meski begitu, Ahlan mengaku tetap mendorong calon pengantin perempuan untuk meminta izin kepada orang tua atau wali, termasuk mendatangkan saksi.

“Kalau saksi dari kami, minimal orang memberi Rp 1 juta,” ujar Ahlan.
Di sisi lain, Ahlan mengaku pernah menerima pesan singkat (SMS) dari orang iseng yang bertanya ada-tidaknya perempuan yang bisa dinikahi siri.
Penyedia jasa nikah siri sering disalahartikan lelaki ‘hidung belang’.
Mereka mengira Ahlan juga menyediakan perempuan yang bisa dinikahi secara siri seperti modus nikahsirri.com, situs ramai dibincangkan beberapa waktu lalu.
“Dia menanyakan ‘barang’,” terang Ahlan. Kata ‘barang’ yang ia maksud adalah perempuan yang bisa dinikah siri. Ia meyakinkan, tak pernah menyediakan perempuan untuk dinikahi secara siri.
Ahlan tampak sedikit kesal dengan pesan-pesan seperti itu. Pasalnya, ia mengaku tak sembarangan menikahkan pasangan. Butuh waktu beberapa pekan sebelum akad digelar.(fla/ufi)
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...