Loading...

Jumat, 24 November 2017

Baru Berusia 15 Tahun, Payudara Siswi Ini Membesar Bikin Minder, Ternyata Begini Penyebabnya

author photo
Baru Berusia 15 Tahun, Payudara Siswi Ini Membesar Bikin Minder, Ternyata Begini PenyebabnyaBANGKAPOS.COM, KEDIRI - Diduga menderita penyakit sejenis tumor di kedua payudaranya, membuat Siti (15) semakin tersiksa.Karena kedua payudara warga Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri ini kini terus tumbuh semakin membesar dan berat.Namun uniknya, meski kedua payudaranya membengkak, tapi Siti mengaku tidak merasakan kesakitan.Diakuinya, pembesaran payudara itu telah membuat pelajar kelas 1 MTs Al Huda itu menjadi tidak nyaman."Dari hasil penjelasan dokter yang memeriksanya, anak saya katanya menderita tumor jinak. Keterangannya harus dioperasi," ungkap Ny Binti Roazah (38), ibunda Siti kepada Surya, Rabu (24/5/2017).Menurut ibunya, payudara anak kedua dari tiga bersaudara itu sebelah kanan panjangnya telah mencapai 30 cm. 

Sedangkan yang sebelah kiri panjangnya mencapai 25 cm.Praktis ukuran payudaranya yang membesar menjadi tidak seimbang dengan postur tubuhnya seorang remaja usia 15 tahun."Saya juga heran, anak saya kok tidak sakit," ungkapnya.Karena pembesaran payudara itu, Siti menjadi agak minder. Sehingga Siti pernah tidak masuk sekolah selama beberapa hari.Sejauh ini, Siti sudah pernah diperiksakan ke RSUD Gambiran, Kota Kediri tiga kali.Kemudian dokter yang memeriksanya merujuk untuk diperiksakan ke RSU Dr Soetomo, Surabaya.Rencananya, Siti bakal menjalani pemeriksaan kesehatannya lagi usai Lebaran nanti.
Jadwal pemeriksaannya sudah diagendakan pada 5 Juli 2017.Penderita telah menjalani pemeriksaan rontgen serta USG dan disimpulkan penderita menderita tumor payudara jinak.

Untuk pemeriksaan Siti banyak terbantu dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).Menurut Binti Roazah, penyebab awal terjadinya pembengkakan payudara anaknya bermula saat Siti terjatuh karena kakinya terantuk batu.Kejadian itu terjadi pada pertengahan Januari 2017.Sejak peristiwa itu secara perlahan-lahan payudara Siti terus tumbuh semakin membesar."Semula tidak merasakan apa-apa, namun setelah bangun terasa ada benjolan di payudara," jelasnya.Siti juga masih terus bersekolah di MTs Al Huda Kras. Namun karena payudaranya tumbuh abnormal, Siti sempat tidak masuk sekolah selama beberapa hari.
Karena jarang masuk, kemudian salah satu gurunya mendatangi rumahnya. Setelah mengetahui kondisi Siti, guru tersebut memberitahukan kepada perangkat desanya.

Selama ini Siti hidup dan diasuh nenek dan kakeknya. Namun begitu mengetahui kelainan anaknya, kedua orangtuanya, Binti dan Sujai yang tinggal di Probolinggo kembali ke Kediri.
Pemeriksaan awal dilakukan di Puskesmas Kras. Kemudian dirujuk ke RSUD Gambiran dan terakhir ke RSU Dr Soetomo, Surabaya.
"Mudah-mudahan penyakit anak saya dapat disembuhkan," harap Binti, dengan suara lirih. (Surya/Didik Mashudi)
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...