Loading...

Jumat, 22 Desember 2017

Suamiku Tidak Mengerti Kenapa Aku Berubah Jadi "Sering Marah-marah" Setelah Menikah! Setelah Baca "Ini", Ia Langsung Berlutut Minta Maaf!

author photo
Banyak orang merasa bahwa pasangan mereka berubah setelah menikah, tak terkecuali laki-laki atau perempuan.

"Suami saya berubah setelah menikah. Tak lagi romantis dan perhatian seperti dulu!"

"Istri saya jadi sering ngambek, marah-marah, padahal dulu enggak!"

Sponsored Ad
Biasanya perubahan pria terjadi karena "sifat aslinya" keluar. Ia tidak perlu lagi jaim demi mendapatkan hati wanita. Namun jika wanita yang berubah setelah menikah, jadi sering marah-marah dan mudah emosian, bisa jadi dikarenakan akumulasi segala macam ketidakpuasan terhadap pernikahannya yang sudah lama ia pendam.

Berikut ini cerita tentang sepasang suami istri:

Suami Yani setiap pulang kerja pasti tidak langsung masuk ke rumah. Ia duduk dulu di mobil merokok, dengar radio, menikmati waktu sendiri, 15 menit lagi baru masuk.

Sepulangnya ke rumah, sepatu dan kaus kaki dilepas dan ditaruh begitu saja. Begitu selesai mandi, ia pun duduk di meja makan yang sudah tersedia makanan. Selesai makan, piring dan sendoknya juga ditaruh begitu saja, tidak dicuci ataupun diletakkan ke wastafel kemudian pergi nonton bola. Terakhir, sang istri Yani yang membereskan semuanya.

Tak lama kemudian, mesin cuci berbunyi tanda selesai. Yani memanggil suaminya untuk menjemur baju. Tadinya suaminya gak mau, tunda dan tunda lagi, disuruh tapi gak gerak-gerak.

Sponsored Ad
Tapi karena disuruh terus, suaminya pun terpaksa pergi jemur, namun jemurnya pun gak karuan, semua baju masih kusut dan berbelit langsung digantung begitu saja. Saat itu, jemurannya jatuh 1. Yani yang melihat semua itu pun kehilangan kesabarannya. Suaminya tak mengerti, baju kotor kan tinggal dicuci lagi?

Sebenarnya bukan karena Yani suka marah-marah, ia sudah berusaha sabar dan sabar, tapi ia tak lagi sanggup menekan emosinya dan akhirnya meledak.

Setelah menikah, tentu saja ada pekerjaan rumah tangga. Tapi kebanyakan orang menganggap pekerjaan rumah tangga seharusnya dikerjakan oleh wanita. Ada suami yang sama sekali tak mau masuk dapur, tak mau urus anak, ingin duduk disuguhkan minuman oleh sang istri, dicuci pakaiannya, dibuatkan makanan…

Sebanyak apapun yang dikerjakan istri, suami pasti menganggap bahwa itu adalah "hal yang sudah seharusnya dilakukan"...

Pernikahan bukanlah dongeng. Pernikahan itu realita. Banyak wanita yang hanya bisa pasrah menerima nasib setelah menikah.

Sponsored Ad
Sebelum menikah, kita mengira bahwa yang paling penting dalam pernikahan adalah saling mengagumi dan tumbuh bersama, saling setia, saling cocok pendapat, keuangan stabil…

Setelah menikah, baru tahu ternyata yang paling mempengaruhi kebahagiaan adalah hal-hal kecil dalam keseharian… Mencuci pakaian, membersihkan rumah, membereskan meja makan, hal-hal yang tidak bisa dihindari setiap hari.

Tanpa kerja sama dan bantuan dari kedua belah pihak, sama-sama bertanggung jawab, maka hal-hal kecil itu akan berubah menjadi seperti jarum, membuat wanita yang tadinya lembut menjadi kusam, anggun menjadi galak, suara halus menjadi suara macan.

Wajah secantik apapun, kalau tidak bahagia tetap akan muka masam. Kulit sehalus apapun, kalau setiap hari mengerjakan pekerjaan rumah pasti akan kasar. Sifat sebaik apapun, kalau setiap hari harus berhadapan dengan orang yang sulit, pasti akan kehilangan kesabaran juga.

Pernikahan diawali dengan cinta, namun hanya bisa bertahan jika keduanya saling berkerja sama, berkomunikasi, mengerti, menerima dan berbagi kerja dalam rumah tangga.

Bagi wanita, pria yang bersedia menemaninya di dapur, atau bahkan masak untuknya ketika ia sakit, merupakan kebahagiaan yang lebih besar dari apapun setelah menikah. Bukan gombalan i love you, bukan bunga, bukan hal-hal romantis seperti waktu pacaran, tetapi dari hal-hal dan pekerjaan kecil dalam hidup.

Luangkanlah waktu melakukan pekerjaan rumah setidaknya 15 menit sehari untuk rumah tangga yang sehat dan bahagia, suami istri yang rukun dan harmonis.

Sumber: lookforward

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...