Loading...

Jumat, 19 Januari 2018

Ia Dibilang Bodoh Karena Mengembalikan Uang "1 Juta Rupiah" yang Ia Temukan. Tak Disangka, Sang Pemilik Membalas Kebaikannya Dengan Cara yang "Tak Terduga"!

author photo
Wati (nama samaran) adalah seorang tukang bersih-bersih. Karena usianya yang sudah cukup tua, tubuhnya sering sakit-sakitan, sehingga ia sering pergi ke rumah sakit. Meski merasa sayang karena harus mengeluarkan uang terus-menerus, tapi tubuh sehat adalah yang terpenting.
Sponsored Ad
Ia termasuk orang yang baik, serius dalam bekerja dan juga bertanggung jawab. Karena itulah, ia disenangi oleh teman-temannya.
Akhir pekan yang lalu, ia merasa tidak enak.badan hingga mau pingsan. Ia ditemani dengan suaminya pergi ke dokter. Dokter mengatakan bahwa Wati kelelahan dan butuh banyak istirahat.
Setelah dari rumah sakit, mereka pun pulang ke rumah dan ingin beristirahat. Tapi di perjalanan pulang, Wati menemukan sebuah kantung plastik, awalnya ia tidak memperhatikan, dan berpikir untuk menggunakan plastik tersebut untuk membungkus sesuatu. Tapi setelah sampai di rumah, ia baru sadar bahwa di dalam kantung tersebut terdapat segepok uang yang terbungkus dengan bungkusan hitam, jumlahnya kurang lebih 1 juta rupiah. Sang suami mengatakan untuk menggunakan uang tersebut untuk biaya hidup mereka saja, tapi Wati tidak mau dan bersikeras untuk mengembalikannya.
Sponsored Ad
Wati berpikir bahwa pasti ada orang yang tidak sengaja menjatuhkan uang tersebut ketika hendak ke rumah sakit. Ia merasa itu bukan miliknya, dan ia tidak boleh mengambilnya. Ia lalu kembali ke tempat dimana ia menemukan kantung itu. Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya ada seorang pria tua yang mengklaim kantung tersebut. Awalnya Wati tidak percaya, tapi setelah mendengarkan deskripsi dari pria tua tersebut, ia baru yakin bahwa pria tua tersebutlah pemilik kantung itu.
Pria tua tersebut merasa beruntung karena orang sebaik hati Wati yang menemukan kantung tersebut, ia pun mengucapkan terima kasih kepadanya dan bertanya dimana Wati tinggal. Tidak berpikir aneh-aneh,Wati pun memberitahu di jalan apa ia tinggal, tapi tidak menjelaskannya secara detail.

Setelah itu, sang pria itu menemani istrinya ke rumah sakit. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa ia akan datang ke rumah Wati untuk berterima kasih.

Dalam perjalanan, suaminya terus mengomel dan menganggap Wati bodoh karena mengembalikan uang yang ia temukan. Tapi Wati tetap teguh dan percaya bahwa yang ia lakukan itu sudah seharusnya.

Wati lalu pulang ke rumahnya dan sore hari baru sampai di rumah karena masih mampir ke lain tempat. Tak disangka, ia melihat sesosok pria pemilik kantung tadi, bersama dengan seorang wanita.

Wati pun langsung membukakan pintu dan mempersilakan mereka duduk.  Pria tua itu mengatakan bahwa wanita yang bersamanya adalah anaknya yang bekerja sebagai guru SMA. "Setelah aku bercerita apa yang terjadi padaku pagi hari tadi, kami merasa bahwa kami sangat berhutang budi padamu".
Pria tua itu lalu memberikan selimut, termos, beberapa buah-buahan, dan juga amplop yang berisi uang.
Sponsored Ad
Wati kaget seketika itu juga, ia mengatakan untuk tidak perlu terlalu sungkan, yang ia lakukan adalah keharusan, dan menyuruh pria tua itu mengambil kembali barang yang ia bawa.

Tapi bagaimanapun juga, pria tua itu bersikeras untuk memberikan semuanya kepada Wati. Akhirnya Wati mengatakan, "Ya sudah biarkan barang-barang itu disini. Tapi uangnya, kamu ambil saja".

Akhirnya, mau tidak mau pria itu mengambil kembali uang yang ia berikan dan membiarkan barang-barangnya. Wati pun merasa sangat bersyukur. Ia lalu menghidangkan makan malam kepada pria tua dan anaknya, juga berbincang-bincang.
Setelah selesai makan, mereka pun pulang. Wati kemudian mengatakan kepada suaminya, "Meskipun kita miskin, tapi kita harus tahu diri, jangan diam-diam mengambilk barang yang bukan milik kita".

Ya, segala kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Sudahkah Sobat Cerpen berbuat baik hari ini?

Sumber: Beauty

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang- undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id
loading...

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Loading...